Lebar Pintu yang di Rekomendasikan

Daun pintu, berayun ke dalam atau ke luar ruang, harus terasa terbuka dan bisa dilewati. Rekomendasi izin standar berlaku untuk semua pintu, namun Anda perlu mempertimbangkan masalah lain saat merencanakan penempatan furnitur terkait dengan pintu masuk. Orang ingin merasa bebas untuk bergerak melalui bukaan, sehingga penempatan furnitur di kedua sisi menjadi tantangan desain sekaligus peluang. Dengan penempatan furnitur dalam kaitannya dengan pintu, Anda dapat mengontrol arus lalu lintas, menawarkan kenyamanan, memberikan privasi, dan menambah daya tarik estetika.

  • Mengikuti Pedoman Standar

Desainer dan arsitek, termasuk yang ada di Institut Seni dan Desain New York, merekomendasikan jarak minimum 30 inci / 76.2 cm di depan pintu untuk penempatan furnitur, dan lebih banyak lagi jika bukaan pintu lebih besar. Jarak bebas ini merupakan tambahan untuk kelonggaran pintu, jika diayunkan ke dalam ruangan. Pintu dengan lebar 30 inci memungkinkan satu orang melewati pintu tersebut pada satu waktu. Diperlukan jarak minimum 36 inci / 91,44cm dari ambang pintu yang cukup lebar untuk dilewati dua orang pada saat yang sama, Bahkan dengan pintu geser atau pintu lipat, jarak bebas minimal 30 inci diperlukan untuk arus lalu lintas di depan pintu. Jika memungkinkan, berikan sedikit lebih dari jarak minimum untuk mengundang keterbukaan dan mengurangi perasaan ruang sempit atau kekacauan.

  • Mengelola Arus Lalu Lintas

Setiap ruangan memiliki pola lalu lintas alami yang menggerakkan orang melalui ruang tersebut. Pola lalu lintas utama selalu dimulai atau diakhiri di sebuah pintu. Desainer menggunakan penempatan furnitur untuk mengatur arus lalu lintas melalui suatu area sehingga area percakapan tidak terganggu, dan orang tidak perlu berpawai melewati televisi atau perapian untuk sampai ke sisi lain ruangan. Misalnya, di ruangan yang pintu eksteriornya langsung tumpah ke ruang keluarga yang aktif seperti ruang keluarga, furnitur yang ditempatkan dengan cermat dapat membantu menciptakan arus lalu lintas yang optimal.

  • Memberikan Entri yang Nyaman

Orang harus bisa masuk atau keluar suatu tempat, bahkan saat membawa tas belanjaan, buku sekolah, atau koper, tanpa harus memutar ke samping atau berjalan di sekitar furnitur besar seperti meja makan atau sofa. Ketika furnitur ditempatkan setidaknya dengan jarak minimum dari pintu masuk, ruang akan tampak lebih nyaman dan akomodatif bagi mereka yang menggunakannya.

  • Menawarkan Pendekatan Bijak

Masalah privasi mungkin menjadi pertimbangan saat Anda menempatkan furnitur dalam kaitannya dengan pintu kamar tidur yang berayun ke sebuah ruangan dari lorong. Selain merencanakan jarak yang diperlukan dari pintu ke furnitur, pertimbangkan dan rencanakan dengan tepat furnitur mana yang akan terlihat dari lorong.

  • Meningkatkan Penampilan Ruang

Meskipun memberikan jarak yang tepat untuk furnitur dari ambang pintu dapat mengakibatkan lebih sedikit furnitur di dalam ruangan, hal itu akan memberikan efek positif pada estetika. Ruangan yang tampak tidak padat dan tidak berantakan terlihat lebih baik, terasa lebih baik, dan berfungsi lebih baik.

Comments are closed.